Karya tulis ini dibuat dengan dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus gangguan jiwa khususnya skizofrenia paranoid di RSJ Cimahi Bandung. Dari pencatatan dan pelaporan unit rawat inap selama satu tahun terahir dari bulan Januari – Desember 2006, kasus Skizofrenia paranoid berjumlah 268 orang (29,2%) merupakan kedua terbesar setelah Skizofrenia Residual. Skizofrenia Paranoid itu biasanya mengalami perubahan sensori persepsi: halusinasi lihat. Karya tulis ini dibuat dengan tujuan agar penulis memperoleh gambaran dalam melaksanakan asuhan keperawatan secara komprehensif yang meliputi aspek bio-psiko-sosial-spiritual klien berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang berbentuk studi kasus. Masalah-masalah keperawatan pada perubahan sensori persepsi: halusinasi lihat akibat Skizofrenia paranoid secara teori adalah: perubahan sensori persepsi: halusinasi, perubahan proses pikir: waham, isolasi sosial: menarik diri, prilaku kekerasan, Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan, Gangguan konsep diri: harga diri rendah, Kerusakan interaksi sosial: menarik diri sedangkan masalah keperawatan yang ditemukan Pada kasus penulis adalah: perubahan sensori persepsi: Halusinasi lihat, Resiko tinggi Mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan, kerusakan interaksi sosial menarik diri, Gangguan konsep diri: harga diri rendah, Defisit perawatan diri, Regimen terapeutik inefektif, kerusakan komunikasi verbal. Dari masalah keperawatan tersebut terdapat sedikit perbedaan antara teori dan praktek di lapangan. Setelah dilakukan keperawatan. Selama 5 hari secara bertahap masalah tersebut sebagian besar dapat teratasi. dan untuk mencegah kekambuhan klien dengan bekerjasama mendiskusikan bersama perawat ruangan, tim kesehatan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien secara optimal.
Selengkapnya silahkan download pada link di bawah ini:
download


0 komentar:
Posting Komentar