Karya tulis ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kematian ibu di daerah Majalaya 28 jiwa per 30.239 jiwa (0,09%), bayi 28 jiwa dari 18.592, dan tingginya angka kejadian persalinan sectio caesarea di RSUD Majalaya periode bulan Januari – Oktober 2009 yang menempati urutan pertama dengan jumlah 243 (38,02%). kasus persalinan, serta dampak yang ditimbulkan bila klien post sectio caesarea tidak mendapatkan penanganan yang optimal. Adapun teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah: wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Post partum adalah waktu penyembuhan dan perubahan, waktu kembali pada keadaan tidak hamil dan penyesuaian terhadap penambahan keluarga baru. Sectio caesarea adalah suatu tindakan untuk melahirkan bayi dengan berat diatas 5000 gr, melalui sayatan pada dinding uterus yang masih utuh. Induksi persalinan adalah penggunaan stimulasi fisik atau kimia untuk mempercepat intensitas kontraksi uterus. Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada klien post sectio secara teori adalah: perubahan proses keluarga, gangguan rasa nyaman nyeri, gangguan rasa aman cemas, harga diri rendah, resiko tinggi terhadap cedera, resiko tinggi terhadap infeksi, konstipasi, kurang pengetahuan mengenai perubahan fisiologis, perubahan eliminasi urine dan kurang perawatan diri. Hasil pengkajian pada Ny. K adalah klien mengeluh nyeri pada luka operasi sectio caesarea, nyeri bertambah bila banyak beraktivitas, terdapat luka operasi sectio caesarea ± 10 cm, ekspresi wajah klien tampak meringis, skala nyeri 3 (0 – 5), T:110/70 mmHg, N: 84 x/menit, R: 20 x/menit, klien mengatakan sering terjaga, klien sering terbangun saat tidur malam hari, mata klien kemerahan, klien tampak lemah, jam tidur ± 5 jam/ hari, klien sering bertanya tentang KB, klien tampak bingung bila ditanya tentang KB, klien sering bertanya tentang cara perawatan luka di rumah, leukosit 7.800 mm3. Hasil pemeriksaan fisik pada bayi tidak ada kelainan, pontanel belum menutup, tanda-tanda vital normal, refleks- refleks normal, umbilikus sudah kering. Dignosa keperawatan yang muncul pada Ny. K adalah: gangguan rasa nyaman nyeri, gangguan pola istirahat tidur, kurangnya pengetahuan tentang alat kontrasepsi, dan resiko tinggi terjadinya infeksi. Perencanaan yang dilakukan untuk mengatasi masalah keperawatan pada Ny. L penulis mengacu kepada konsep teori, yang disesuaikan dengan kondisi klien dan sarana serta prasarana pendukung yang ada di lapangan praktek, yang secara umum ditujukan untuk mengatasi masalah nyeri, ukur TPRS atur posisi klien senyaman mungkin menurut klien, ajarkan teknik relaksasi nafas dalam, lakukan perawatan luka dengan memperhatikan teknik aseptik dan antiseptik, lanjutkan pemberian antibiotik dan analgetik; Cefadroksil 2x500 mg dan Asam mefenamat 3x500 mg. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 5 hari, empat masalah pada Ny. K dapat teratasi seluruhnya, rekomendasi penulis setelah melakukan asuhan keperawatan adalah agar lebih diperbanyak lagi sumber perpustakaan terutama buku-buku tentang keperawatan maternitas dan menambah persediaan alat di lapangan praktek, khususnya untuk keperluan pengkajian fisik dan tindakan keperawatan.
Daftar Pustaka : 14 buah (1995 – 2009)
download


2 komentar:
by jabon
wah saya kurang tau soal ini
ga apa2 ko mas, makasih atas kunjungannya.
Posting Komentar