Sabtu, 31 Juli 2010

Askep Keluarga Dengan Hipertensi

Penyusunan karya tulis ini dilatarbelakangi oleh kejadian penderita penyakit hipertensi dengan penyakit lainnya periode Januari – Juni 2009. sebanyak 1.435 dari 13.072 jumlah kunjungan atau sekitar 10,98%. Hipertensi menduduki peringkat keempat dari 10 besar penyakit di Puskesmas Ujung Berung Indah. Tujuannya untuk mendapatkan pengalaman nyata dalam melaksanakan asuhan keperawatan kepada keluarga dengan anggota keluarga yang menderita penyakit hipertensi dan rematik. Metoda yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah studi kasus yang dilaksankan dengan pendekatan proses keperawatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, studi kepustakaan dan partisipasi aktif.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami-isteri, atau suami-isteri dan anaknya atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya. Salah satu sasaran asuhan keperawatan komunitas, adalah keluarga dengan resiko tinggi masalah kesehatan. Salah satunya keluarga dengan hipertensi. Hipertensi adalah tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan diastolik ≥ 90 mmHg, Rhematik adalah sindrom kronis dengan gejala yang tidak khas, menyerang sendi perifer dan simetris. Masalah yang muncul menurut teori: gangguan rasa nyaman pusing, gangguan istirahat tidur, gangguan aktivitas, resiko penurunan perfusi jaringan, resiko injuri, dan potensial peningkatan setatus kesehatan.
Dari hasil pengkajian pada Tn. A didapatkan 3 masalah yaitu, gangguan rasa nyaman pusing, gangguan rasa nyaman nyeri dan tidak tersedianya rumah sehat. Implementasi yang penulis lakukan dimulai dari pendidikan kesehatan, motivasi dan demontrasi, disesuaikan dengan sumberdaya yang ada di keluarga. Dari ketiga masalah tersebut dua masalah dapat teratasi dan satu masalah teratasi sebagian. Rekomendasikan penulis ditujukan untuk institusi pendidikan; diharapkan lebih memperbanyak sumber yang diperlukan, terutama buku-buku yang berhubungan dengan perawatan keluarga edisi terbaru, puskesmas; hendaknya melanjutkan asuhan keprawatan keluarga pada Tn. A dengan hipertensi, keluarga; agar menyisihkan dana untuk membeli genteng kaca dan cerobong asap serta mampu melanjutkan perawatan Tn. A karena hipertensi memerlukan pengobatan selama sisa hidupnya.

Daftar Pustaka : 10 buah (1996 – 2008

Contoh KTI hipertensi pada keluarga selengkapnya dapat anda downlod pada link di bawah ini:

download


Kamis, 29 Juli 2010

Askep Pada Pasien Nefrolitiasis

Definisi

Nefrolitiasis adalah pembentukan batu pada pelvis dan kaliks renal. Batu tersebut terdiri dari dari garam kalsium, asam urat, oksalat, sistin, xantin dan struvite.


Etiologi

a. Proses absorbsi

1) Peningkatan absorbsi calsium di usus

2) Kelainan reabsorbsi tubulus terhadap calsium

3) Peningkatan pembentukan vitamin D dan hipophosphatemia

b. Infeksi

Pemenuhan pH urine, urea splinting terutama dari E. Coli, Proteus, Staphilokokus, dan streptokokus.

c. Pemenuhan kebutuhan cairan

d. Urine statis

e. Kronik Gout

f. Klien imobilisasi


Faktor-Faktor yang Mempermudah Terjadinya Batu:

- Gangguan aliran kemih yang mengakibatkan retensio urine: femosis, striktu meatus, hipertropi prostat, reflux vesiko – ureteral, utererocele, konstriksi hubungan uretero pelvik

- Ganggguan metabolisme: hiperparathyroidisme, hiperuresemia, dan hipercalsiuri

- Infeksi saluran kemih oleh mikroorganisme berdaya membuat urease (proteus mirabilis)

- Dehidrasi: kurang minum dan suhu ruangan yang tinggi

- Benda asing: fragmen kateter

- Jaringan mati (nekrosis papil)


Gejala Klinik:

- Nyeri pinggang, sisi atau sudut kostovertebral

- Hematuria makroskopik atau mikroskopik

- Pyelonephritis dan atau cystitis

- Pernah mengeluarkan batu kecil ketika buang air kecil

- Nyeri tekan daerah CVA

- Batu tanpak pada pemeriksaan rontgen

- Gangguan faal ginjal

- Mual, muntah, distensi abdomen bila terjadi illius paralitik

- Bila terjadi hidronephrosis teraba masa


Askep lengkap nefrolitiasis dapat anda download pada link di bawah ini:



download

Selasa, 27 Juli 2010

VDRL Test

Ini adalah sebuah pengalaman yang boleh dibilang memalukan. Suatu ketika aku merawat seorang pasien, dengan perkembangan kondisinya hari demi hari semakin menurun. Kemudian dokter menganjurkan pasien tersebut untuk dilakukan test VDRL, tanpa pikir panjang aku segera memanggil petugas laboratorium untuk melakukan pemeriksaan test tersebut.

Tidak lama kemudian ada keluarga pasien yang bertanya tentang pemeriksaan test darah yang baru saja dilakukan. Terus terang saat itu aku belum tahu manfaat dan tujuan dari pemeriksaan VDRL yang dianjurkan dokter, tetapi untuk memberikan penjelasan kepada keluarga pasien aku jawab saja bahwa pemeriksaan tersebut diperlukan untuk menentukan penyebab dari penyakitnya keluarganya tersebut.

Setelah itu aku berpikir sendiri, test VDRL itu sebenarnya untuk apa? Kemudian aku bertanya kepada teman-teman tapi semuanya tidak ada yang tahu tujuan dari pemeriksaan tersebut. Dan ini menurut saya cukup memalukan. Setelah pulang ke rumah aku segera membuka internet untuk melakukan browsing tentang VDRL. Dan berkat mesin pencari google akhirnya aku mendapatkan info tentang VDRL di http://www.explaju.com yang penjelasannya adalah sebagai berikut:

VDRL adalah singkatan dari test Venereal Desease Research Laboratory dan merupakan test untuk mengetahui adanya infeksi sifilis.
Seperti diketahui sifilis terdiri dari beberapa tahapan:
1. Sifilis Primer(4-6 miggu)
2. Sifilis Sekunder
3. Sifilis Laten (tanpa gejala)
4. Sifilis Lanjut(setelah bertahun-tahun)
Sifilis lanjut dapat menyebabkan sifilis pada saraf(setelah 2-20 bulan) dan pembuluh darah(setelah 7 tahun) sehingga antara lain dapat menyebabkan gejala stroke(setelah 20 tahun) sehingga memerlukan perawatan.
Indikator untuk perawatan/pengobatan adalah adanya test VDRL yang positip sebagai skrining awal.
Setelah selesai pengobatan terhadap sifilis maka kembali dilakukan test VDRL yang biasanya menjadi negatif setelah setahun sembuh.
Sifilis sering juga berkombinasi dengan penyakit menular seksual lainnya seperti Gonoerhoe.

Nah begitu, rupanya dokter tadi mencurigai adanya penyakit kelamin sebagai penyebab dari melemahnya kondisi pasien tersebut… hehehe…jadi malu, untung saja aku tidak salah menjawab pada keluarga pasien…

Untuk yang mempunyai pengetahuan lebih tentang test VDRL boleh ditambahkan di kotak komentar. Terima kasih.
Senin, 26 Juli 2010

Askep Pada Pasien Dengan NIDDM

Karya tulis ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan meningkatnya penderita NIDDM dan beratnya komplikasi yang ditimbulkan serta pentingnya penangan penyakit tersebut. Tujuan penyusunan karya tulis ini adalah untuk memberikan gambaran dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien NIDDM, dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif berupa studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan.

Masalah yang mungkin timbul pada penderita NIDDM adalah: gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, perubahan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan, resiko tinggi terjadinya infeksi, gangguan pemenuhan ADL, kurang pengetahuan dan potensial terjadinya cedera. Sedangkan masalah yang ditemukan pada kasus Tn. A adalah: gangguan integritas jaringan, gangguan pemenuhan nutrisi: kurang dari kebutuhan, gangguan pemenuhan ADL, gangguan pemenuhan istirahat; tidur, ketidakmampuan klien dan keluarga dalam melakukan perawatan mandiri dan resiko tinggi terjadinya cedera. Tindakan yang dilakukan pada Tn. A, dilakukan secara mandiri dan kolaborasi termasuk juga pemberian pendidikan kesehatan. Selain dilakukan di rumah sakit penulis juga melakukan kunjungan rumah selama tiga hari.

Kesimpulan penulis pemberian asuhan keperawatan pada Tn. A telah dilakukan secara sistematis melalui tahapan proses keperawatan, dengan lebih menekankan pada aspek perubahan prilaku melalui penkes untuk klien dan keluarga, semua masalah telah teratasi kecuali gangguan integritas jaringan. Rekomendasi penulis adalah untuk institusi pendidikan agar menyamakan persepsi yang ditunjuk untuk dijadikan pembimbing KTI. Untuk institusi rumah sakit, hendaknya lebih melengkapi sarana pemeriksaan penunjang diagnostik dan penyediaan alat pengkajian fisik.

Daftar Pustaka : 9 buah (1995 – 2002)

Contoh KTI NIDDM secara lengkap, silahkan anda downlod pada link di bawah ini :



download

atau :



download