Kamis, 19 Agustus 2010

Askep Pada Pasien Post Sectio Caesarea Atas Indikasi Letak Lintang

Karya tulis ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kematian ibu dan bayi dan tingginya angka kejadian persalinan sectio caesarea di RSUD Majalaya periode bulan Januari – Oktober 2009 yang menempati urutan pertama dengan jumlah 243 orang dari 639 orang (38,02%), dan dampak terhadap KDM yaitu: cemas dan kurang pengetahuan, serta terhadap masalah keperawatan yaitu: perubahan proses keluarga, gangguan rasa nyaman; nyeri, harga diri rendah, resiko tinggi cedera, resiko tinggi infeksi, konstipasi, kurang pengetahuan tentang perubahan fisiologis, perubahan eliminasi urine, dan kurang perawatan diri. Tujuan penulisan adalah: Penulis mampu melaksanakan dan memperoleh pengalaman dalam memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif dengan pendekatan proses keperawatan, metode penulisan deskriptif dengan teknik pengumpulan data adalah: wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus. Salah satu indikasi sectio caesarea adalah letak lintang. Letak lintang ialah keadaan dimana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu, sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. Diagnosa keperawatan pada klien post sectio caesarea secara teori adalah; perubahan proses keluarga, gangguan rasa nyaman nyeri, gangguan rasa aman cemas, harga diri rendah, resiko tinggi terhadap cedera, resiko tinggi terhadap infeksi, konstipasi, kurang pengetahuan mengenai perubahan fisiologis, perubahan eliminasi urine dan kurang perawatan diri. Perencanaan yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri: tentukan karakteristik dan lokasi ketidaknyamanan, berikan: informasi dan petunjuk antisipasi penyebab ketidaknyamanan, menyusui, berikan: kompres es pada aksila, analgesik setiap 3-4 jam, bromokriptin mesilat. Evaluasi: tekanan darah, dan nadi, nyeri tekan uterus, haemoroid pada perineum, sakit kepala, kandung kemih, penggunaan analgesia, jaringan payudara. Ubah posisi klien, kurangi rangsangan yang berbahaya, lakukan latihan nafas dalam, anjurkan: ambulasi dini, tirah baring, menggunakan bra penyokong, klien mulai memberikan makan dari puting yang tidak nyeri. Dignosa keperawatan pada Ny. L adalah: gangguan rasa nyaman; nyeri, resiko tinggi infeksi, ganguan rasa aman; cemas, kurang perawatan diri. Perencanaan yang dilakukan untuk mengatasi masalah gangguan rasa nyaman nyeri sesuai dengan teori, dan yang dimodifikasi yaitu: lanjutkan pemberian antibiotik, berikan penkes tentang perawatan luka post sectio caesarea. Implementasi pada Ny. L adalah: menjelasakan pada klien bahwa rasa nyeri pada luka merupakan hal yang wajar, dan mengajarkan dan menganjurkan klien untuk melakukan teknik relaksasi nafas dalam, mengukur tanda-tanda vital, serta megoperkan jadwal pemberian obat. Selama lima hari melakukan asuhan keperawatan pada Ny. L semua masalah teratasi. Kesimpulan: pada tahap pengkajian ditemukan 4 masalah pada Ny. L yaitu: nyeri, resiko tinggi infeksi, cemas dan kurang perawatan diri, perencanaan disusun berdasarkan teori dan modifikasi, implementasi dilakukan sesuai perencanaan dan evaluasi mengacu kepada kriteria hasil tujuan khusus. Rekomendasi: setelah melakukan asuhan keperawatan untuk RSUD Majalaya; agar meningkatkan jumlah alat-alat pemeriksaan fisik.

Daftar Pustaka : 15 buah (1995 – 2010)


Contoh KTI maternitas; asuhan keperawatan pada pasien post sectio caesarea atas indikasi letak lintang, dapat didownload pada link di bawah ini:


download

0 komentar:

Posting Komentar